​Risk dalam project management

Risk kerap dilewatkan atau hanya sebagai formalitas,
Sejatinya bila benar benar dilakukan dan diantisipasi , hasilnya akan sangat berguna terutama saat saat ini dimana target pertumbuhan byk negara  yang direvisi.
Ada beberapa standard utk risk ada IRM 2002 dr UK , ada iso kepala 31000 dll.
Garis merahnya hampir sama,

Yg sy akan bahas dibawah adalah risk management dr pmbok 2012 fith edition, gak beda jauh bila anda compare dgn iso 21500.
Risk persepsi  banyak ditangkap adalah negative,apalagi bila diterjemahkan dgn bahasa indonesia resiko, udah kartu mati.
Risk bisa positive atau negative.
Ada beberapa attitude , company terhadap risk,
1. Appetite , ini adalah willingness gairah keinginan perusahaan dlm menghadapi resiko. Tentu tidak membabi buta.ada  batasannya.
2. Tolerance.

Resiko yg bisa ditoleransi, misal kita beli equipment dgn usd tp jual dgn rupiah. Berapa deviasi tolerance nya , utk dpt margin , ditambah interest, cost equity , tempo waktu kita dibayar setelah done, 90 hari , atau kalau ingat setelah ditagih tagih . wkk  
3.threshold 
Lebih ke nilai quantitative, ini penting , anda harus set nilai nya secara jeli dan disiplin, ingat juga risk management bersifat iterative artinya tdk hanya didepan project, tapi diseluruh project life cycle. Gunakan earned value management utk performance control.

Kemudian apa delivery yg harus dilakukan dlm risk management.
1. Risk management plan

2. Risk list identification

3. Risk list quantitative

4. Risk list qualitative

5. Risk list respond planning

6. Risk list control.
quantitative adalah ukuran dlm matematika misal papan tulis, ukuran panjang x lebar, berat dlm kg berapa.
Sementara qualitative lebih bersifat kualitas, misal perception, satisfaction, scope juga bisa dimasukkan.
Biasanya saya buat risk list sbb:
1. Risk list identification.

Ingat risk ada luas, political, economic, social, technic , dll.
2. Risk list description.

3. Sign atau symtom atau tanda2 nya apa.

4.ada di project management knowledge mana : int scope time dll

5. Ada di project life cycle mana: starting , prep, exe, closing ?

6.impact nya : high medium low, bisa juga kita gambarkan dlm angka.

7.probabilitynya, high medium low, bisa juga dlm percentage

8.occurence, jarang, sering ?

9. Impact bila negative: avoid, transfer, mitigate , accept ?
10. Impact bila positive, exploid, enhance ?
11.respond planning nya apa?
12.ownership nya siapa.

13. Risk id, 

14. Risk date.

15. Remark/ description

16. Risk category : strategic,operational, finance, compliance.
Banyak kan.

Dari list tersebut bisa kita petakan ke dalam grafic,
Ingat bila kita orang technic, focuskan juga ke arah business, persepsi management lbh kearah value dari business itu , objective  dari project tersebut.
Walau seakan menguntungkan tp kemampuan terbatas dan membahayakan operational business lbh baik dicermati secara seksama.
Apalagi bila product portfolio yg kita jual belum mature,

Ingatkan bcg matrix: market vs growth.

Itsm value ?

Product life cycle ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s