Dasar project management , manajemen proyek dasar.

Manajer Proyek yang sukses,
 sekaligus harus dapat mengatur empat elemen dasar sebuah proyek: 

1. ruang lingkup/scope, 

2. sumber daya/resources, 

3. schedule, dan 

4. uang. 

Unsur-unsur ini saling terkait dan harus dikelola bersama sehingga proyek dan manajer proyek bisa menjadi sukses.

Lingkup: hasil dari proyek, tujuan,
Sumber daya: Orang, peralatan, material
Schedule: Jangka waktu tugas,target,dead line, ketergantungan dgn aktivity lain, critical path.
Money/uang: Biaya, kontinjensi, keuntungan.

Mari Kita bahas lbh detail,

Elemen Paling Penting, adalah: Ruang Lingkup / scope.
Lingkup proyek adalah definisi dari apa yang seharusnya dicapai dan anggaran (waktu dan uang) yang telah dibuat untuk mencapai tujuan ini.
 Sangat penting bahwa setiap perubahan pada lingkup proyek memiliki perubahan yang sesuai dalam anggaran, waktu dan / atau sumber daya. 

Jika lingkup proyek adalah membangun sebuah bangunan untuk menampung tiga widget dengan anggaran sebesar $ 100.000, 
manajer proyek diharapkan melakukan hal itu. 
Namun, jika ruang lingkupnya diubah menjadi bangunan untuk empat widget,

 manajer proyek harus memperoleh tambahan waktu, uang dan sumber daya yang tepat.

Sumber daya
Ada 3 aspek untuk memahami dan mengelola sumber daya:
People, Equipment, Material
Manajer Proyek yang sukses harus secara efektif mengelola sumber daya yang ditugaskan pada proyek, termasuk anggota tim proyek, staf penjual, dan subkontraktor. 

Anda harus memastikan bahwa karyawan Anda memiliki keterampilan dan alat yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, dan Anda harus terus memantau apakah Anda memiliki cukup banyak orang untuk menyelesaikan proyek dengan tenggat waktu.

Ini akan menjadi tugas Anda untuk memastikan bahwa setiap orang memahami tugasnya dan tenggat waktu proyek.

Bila Anda mengelola karyawan langsung, anggota senior dari setiap kelompok karyawan melapor kepada Anda.

 Karyawan juga mungkin memiliki manajer lini yang memberikan arahan teknis. 

Dalam situasi manajemen matriks, seperti tim proyek, tugas Anda adalah juga  memberikan report informasi jelas proyek kepada manajer lini.

 
Mengelola subkontrak tenaga kerja biasanya berarti mengelola tim yang memimpin pekerja subkontrak, yang pada gilirannya mengelola pekerja tersebut.
Seorang manajer proyek sering harus menyediakan peralatan dan bahan dan mengatur penggunaannya, sehingga tim beroperasi dengan efisien. 
Anda bertanggung jawab untuk memiliki peralatan dan bahan yang sesuai di lokasi yang benar pada waktu yang tepat.
Waktu/schedule
Ada 3 elemen untuk manajemen waktu yang berhasil:
Tasks, Schedule, Critical Path
Buat jadwal proyek dengan mencantumkan atribut deskripsi informasi yg jelas dan tepat, dalam urutan  yg sesuai, pastikan ada semua daftar tugas yang perlu diselesaikan – beberapa harus dilakukan secara berurutan, yang lain dapat tumpang tindih atau dilakukan bersamaan.

 Tetapkan durasi untuk setiap tugas. Alokasikan sumber daya yang dibutuhkan Tentukan pendahulunya/ predecessor (tugas apa yang harus diselesaikan sebelumnya) dan penerusnya/successor (tugas yang tidak bisa dimulai sampai setelah) setiap tugas.

Perangkat lunak manajemen proyek dapat menyederhanakan tugas untuk menciptakan dan mengelola jadwal proyek.

Beberapa tugas memiliki sedikit fleksibilitas pada tanggal awal dan akhir yang mereka butuhkan. Ini disebut float.
 Tugas lainnya tidak memiliki fleksibilitas, floatnya nol . 
Sebuah garis melalui semua tugas dengan float nol disebut jalur kritis / critical path.

 Semua tugas di jalur ini, dan bisa ada banyak, jalan paralel harus selesai tepat waktu jika proyek dapat selesai tepat waktu.

Tugas manajemen tugas utama Manajer Proyek adalah mengelola jalur kritis.

Uang
Ada 3 pertimbangan dalam mengelola uang:
Biaya, Kontenensi/buffering, Profit.
Setiap tugas memiliki biaya, entah itu biaya jam kerja pemrogram komputer atau harga beli dari halaman kubik beton.
 Dalam menyusun anggaran proyek, masing-masing biaya tersebut diperkirakan dan kemudian dihitung.

 Beberapa dari perkiraan ini akan lebih akurat daripada yang lain. Dengan demikian, anggaran proyek harus mencakup tunjangan kontinjensi. Ini adalah uang yang disisihkan dalam anggaran “untuk berjaga-jaga” biaya sebenarnya dari barang tersebut sangat berbeda dari perkiraan.
Keuntungan adalah uang yang ingin dihasilkan perusahaan dari project ini.
Ini diletakkan di atas biaya.
Jadi anggaran proyek terdiri dari perkiraan biaya, ditambah kontinjensi, ditambah keuntungan apapun.

Tugas manajer proyek adalah menjaga biaya aktual  di bawah perkiraan biaya dan untuk memaksimalkan keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam proyek.
Seni dan Ilmu Pengetahuan
Manajemen proyek yang sukses adalah kombinasi antaran  seni dan sains yang membutuhkan latihan.
 Gagasan yang disajikan di atas dapat memberi Anda pemahaman dasar tentang manajemen proyek, namun anggap ini hanya permulaan. 

Jika pekerjaan atau jalur karier Anda mencakup manajemen proyek, dan Anda ingin meningkatkan kemampuan Anda, bicaralah dengan manajer proyek yang berhasil, baca, dan praktikkan.

 Manajemen proyek bisa menjadi karir yang sangat memuaskan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s