Apakah boleh es krim untuk kucing?

Jawabannya No, No, No …

Bahkan makanan kucing yang biasa mereka makan, bila disajikan dalam keadaan dingin itu akan menjadi masalah bagi pencernaan kucing.

Es krim tidak baik untuk kucing, karena kandungan gula dan susu atau krimnya dapat menyebabkan masalah pencernaan dan diare. 

Kucing tak sanggung menahan dinginnya ice cream

Mengapa kucing saya menginginkan es krim?

Kucing menyukai lemak, protein, dan tekstur baru. Makan makanan itu tidak berarti mereka menanggapi manisnya.

Dan, meskipun kucing menyukai lemak dan protein dalam es krim, mereka tidak dapat dengan mudah mencerna karbohidrat, jadi makan gula sering kali membuat perutnya sakit.

Bisakah Ice Cream membunuh kucing?

Jika Anda bertanya “Bisakah kucing makan es krim?” jawabannya cukup banyak “tidak”. Meskipun satu atau dua jilatan kecil mungkin tidak membunuhnya, asam laktat dapat menyebabkan gas, sakit perut, dan diare.  Namun bila berulang dan mengandung coklat itu akan mengubah keadaan.

Jika kucing Anda terlihat tertarik pada es krim, mungkin kandungan lemak dan karbohidratnya yang menarik perhatiannya.

Mengapa es krim cokelat tidak boleh untuk kucing?

Anda pasti harus menghindari cokelat dalam resep es krim apa pun yang Anda coba.

Secara khusus, coklat mengandung alkaloid, atau senyawa organik, yang disebut theobromine yang tidak dapat diproses oleh tubuh kucing Anda.

Itu kemudian bisa menumpuk dan menjadi racun. Hanya perlu sedikit cokelat untuk membahayakan kucing Anda.

Saat anjing mengharap ice cream.

Mengapa kucing seolah tertarik pada es krim?

Tidak hanya es krim, apapun yang kita makan, bahkan ketika akan membuka bungkusan makanan, mereka akan selalu tertarik, seolah apa yang kita makan, juga bisa untuk mereka, perlu kebijakan yang lebih tepat, untuk memberi makanan yang kita makan, karena kesehatan adalah lebih utama, dan jangan terpancing, dengan muka merajuk mereka, menjadi iba.

Bila anda mencari cemilan untuk kucing, dan ingin membuat mereka bahagia, ada berbagai pilihan makanan yang dikembangkan oleh ahli gizi hewan, diformulasikan khusus untuk sistem pencernaan kucing.

Agak berbeda dengan Anjing yang mempunyai pencernaan lebih tahan banting.

Bisakah Kucing Makan Alpukat?

Bila anda mencari makanan yang baik untuk otak kita, selain telur, ikan, sayuran hijau, kopi, coklat hitam, maka anda harus juga mencoba buah yang satu ini, dicampur dengan coklat, es krim, serutan es, disajikan saat kita penat, wow.. tapi ini untuk manusia ya.

Alpukat telah ada selama hampir puluhan ribu tahun lalu, dan masih menjadi salah satu buah yang paling disukai.

Dikenal sebagai “buah mentega”, “pir aligator”, dan “buah kesuburan” di berbagai negara di dunia, buah ini penuh dengan kalium dan asam lemak Omega-3.

Ciri Alpukat yang matang dan lembut adalah tercium lembut.

Bisakah kucing makan alpukat?

Jadi, bisakah kita berbagi kelezatan buah ini dengan kucing kita yang pantas dan menuntut perawatan paling tepat dan sehat ?

Ya kita bisa.

Memberi makan alpukat dalam jumlah kecil untuk kucing Anda sesekali tidak apa-apa.

Faktor protein mereka sebenarnya bagus untuk pertumbuhan anak kucing.

Waspadai persin yang berlebihan

Menurut Pet Poison Helpline, alpukat memang mengandung senyawa larut minyak yang disebut persin.

Ini bisa menjadi racun jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, tetapi manusia, anjing, dan kucing dapat menangani buah alpukat dalam jumlah kecil tanpa mengkhawatirkan toksisitas.

Semua bisa diatasi bila itu dalam jumlah sedang, terutama jika menyangkut hewan peliharaan yang tidak rutin mengonsumsi buah dan sayuran!

Kiat lain untuk memberi makan alpukat kucing Anda

Pastikan untuk menghilangkan sisa-sisa kulit dan biji alpukat sebelum memberikan gigitan kecil pada kucing Anda.

Kulit dan biji (baik utuh maupun potongan) dapat mengganggu sistem pencernaan kucing atau tersangkut di tenggorokannya.

Selain itu, jika Anda menanam pohon alpukat (Persea americana) di rumah atau di properti Anda, jauhkan kucing Anda.

ASPCA mencatat bahwa ini pasti beracun bagi kuda dan burung, dan dapat berbahaya bagi kucing dan anjing karena konsentrasi persin yang lebih tinggi di daun dan kulit kayu.

Juga!

Jika Anda menggunakan tomat atau jeruk nipis dalam resep Anda. Buah jeruk dan tanaman tomat dapat menyebabkan kerusakan pada perut dan jantung kucing. Lebih baik kita menghindari.

Dapatkah Kucing makan Durian?

Beberapa buah dan sayuran aman untuk dimakan kucing, tetapi tentu tidak semua.

Mereka hanya boleh diberikan dalam persentase kecil, untuk menghindari ketidakseimbangan nutrisi.

Kebanyakan buah yang mempunyai kadar tinggi fruktosa (gula pada buah), yang menambah kalori secara berlebih, tidak perlu dimasukkan dalam list makanan kucing.

Kucing bisa Makan Buah, dalam jumlah terbatas untuk dibawah ini:

Apel.

Pisang.

Bluberi.

Blewah.

Stroberi.

Semangka (tanpa biji)

Buah apa yang beracun bagi kucing?

Hindari: Ceri, buah ini beracun bagi kucing dan anjing,  anggur serta kismis juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Buah buahan dalam keluarga jeruk seperti lemon, jeruk nipis, dan jeruk bali serta kesemek dapat menyebabkan sakit perut. Bau menyengat jeruk juga mengundang antipati dari kucing.

Kucing dan Durian.

Kemudian bagaimana dengan durian?
Durian mempunyai bau yang sangat menyengat, juga kadar gula yang cukup tinggi.

Kucing adalah binatang yang pembersih dan mempunyai daya penciuman yang sangat tajam, mereka juga sangat terganggu bila ada bau yang  mereka anggap tidak bersih.

Durian bukanlah makanan yang tepat untuk kucing. Jadi jika Anda ingin memakan durian untuk anda sendiri, pastikan untuk tidak membiarkan kucing untuk memakannya.

Beberapa orang menganggap durian memiliki aroma manis yang menyenangkan, sedangkan yang lain menganggap aromanya sangat menyengat dengan bau yang tidak sedap.

Aromanya membangkitkan reaksi dari apresiasi yang mendalam hingga rasa jijik, yang banyak digambarkan dengan perumpamaan sebagai bawang busuk, terpentin, atau limbah mentah.

Mengapa mulut kucing ada yang sangat bau.

Penyakit gigi adalah penyebab paling umum dari bau kucing yang tidak sedap.

Diabetes mellitus juga dapat menghasilkan bau manis, bila kondisi kucing memburuk, timbul bau yang mirip dengan cat kuku.

Kucing dengan penyakit hati yang parah atau penyumbatan usus juga memiliki napas yang berbau seperti kotoran.

Apa yang terjadi jika Anda mengganti makanan kucing?

Apakah penggantian catfood (makanan kucing baru) bisa membuat kucing sakit?

Perubahan mendadak dalam makanan bisa menyebabkan diare.

Jika Anda memilih untuk mengganti makanan kucing Anda, lakukan dengan menambahkan beberapa makanan baru ke makanan lama, dan secara bertahap tingkatkan jumlah makanan baru setiap kali makan selama seminggu atau lebih.

Lakukan bertahap 7 hingga 10 hari sebelum Anda beralih 100% menuju makanan baru.

Ini memungkinkan saluran pencernaan kucing Anda menyesuaikan dengan makanan baru.

Masalah pencernaan seperti sembelit, diare, muntah, atau gas kembung bisa terjadi kapan saja selama masa transisi ini.

Faktanya bahkan penggantian dari satu product, satu merk, satu rasa pun bisa menimbulkan masalah, jadi usahakan ketika memberi makanan baru, jangan menunggu habis lalu langsung memberi baru, campurkan bertahap antara yang lama dengan yang baru, untuk satu merk, sama rasa mungkin bisa lebih cepat tahapannya.

Bagaimana tahapan penggantian new catfood?

Rekomendasi pergantian tujuh hari:

Hari 1: 75% makanan lama, 25% makanan baru.
Hari 2: 70% makanan lama, 30% makanan baru.
Hari 3: 60% makanan lama, 40% makanan baru.
Hari 4: 50% makanan lama, 50% makanan baru.
Hari 5: 40% makanan lama, 60% makanan baru.
Hari 6: 25% makanan lama, 75% makanan baru.
Hari 7: 10% makanan lama, 90% makanan baru.

Hari ke 8: 100% makanan baru.

Tidak harus sama persis, penggantian bertahap untuk memastikan kucing tidak mengalami masalah dan berkurang nafsu makan nya.

Transisi secara perlahan untuk meminimalisasi  lebih sedikit masalah, baik  pencernaan dan diare, yang terkait dengan beralihnya makanan.

Ini memungkinkan saluran pencernaan kucing Anda menyesuaikan dengan makanan baru.

Bisakah mengganti makanan kucing membuat mereka sakit?

Transisi Makanan Hewan Peliharaan Anda. Penting untuk mengubah diet secara bertahap. Mengubah makanan terlalu cepat dapat menyebabkan muntah, diare, atau kelebihan gas.

Tidak seperti manusia, kucing terutama yang di pelihara di rumah, terkondisikan makan makanan yang sama selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, dan sistem pencernaan mereka tidak terbiasa berubah atau menyesuaikan dengan cepat.

Akankah kucing akhirnya memakan makanan baru?

Kucing adalah makhluk dengan penuh  kebiasaan dan biasanya akan menolak perubahan, terutama makanan baru mereka.
Ini terjadi terutama bila ada perbedaan kelas yang significant, namun pada umumnya mereka akan bersedia.

Apalagi  untuk anak kucing yang tidak biasa
menahan lapar, atau terlalu lama tanpa makan, jadi dia akhirnya akan makan apa yang ada di depannya.

Untuk kucing dewasa, ada Kemungkinan jumlah porsi yang mereka makan akan cukup berbeda.

Yang perlu diingat di sini bila pergantian, menyebabkan reaksi negative, muntah terus terus menerus, diare berat, mau tidak mau anda lah yang harus menyesuaikan, dengan tetap masih memberinya makanan lama, biaya bila mereka sakit dan waktu untuk merawat mereka, ujung ujungnya akan lebih mahal.

Kondisi saat ini yang serba tidak menentu membuat banyak orang melakukan upaya penghematan disegala lini,  selama kita berusaha, semoga pasti ada jalan keluar nya.

Namun kehidupan yang  mungkin tampak sulit. Selalu ada sesuatu yang bisa  dilakukan. Penting bahwa tidak pernah berpikir utk menyerah. Selagi ada kehidupan, selalu ada harapan.

Apakah boleh memberi makan Kucing, makanan Anjing?

Tentu ada yang bertanya apakah ada yang seperti itu, ya, makanan anjing jauh lebih murah dibanding makanan Kucing, beberapa kasus mereka menggunakannya secara berbarengan,

Ini karena beberapa sebab, karena malas untuk membeli makanan yang berbeda, yang kedua karena penghematan.

Mungkin kalau kita lihat, akan  terasa akrab melihat mereka makan rukun bersama sama.

Yang harus disadari Kucing adalah binatang murni karnivora, dimana protein hewani adalah sumber pokok untuk mereka, sedangkan makanan Anjing dibuat dengan komposisi yang berbeda, dengan kandungan proteinnya tidak cocok untuk Kucing.

Kucing dan anjing memiliki kebutuhan nutrisi yang sangat berbeda. Ibaratnya Kucing adalah mobil sport, butuh kualitas bahan bakar dengan kualitas tinggi.

Anjing adalah binatang omnivora. Mereka bisa makan protein nabati serta daging.

 Tidak seperti anjing dan manusia, yang bisa memakan daging dan bahan tanaman, Kucing Anda tidak dapat mensintesis sempurna seperti mereka.

Kucing memiliki persyaratan khusus untuk asam arakidonat, vitamin A dan D, banyak vitamin B, serta protein dan asam amino  seperti taurin dan arginin, yang hanya bisa Anda dapatkan dari sumber daging.

Makanan anjing tidak banyak di dukung kebutuhan khusus tubuh mereka seperti  taurin dan nutrisi penting lainnya. Jika Anda tidak mendapatkan cukup dari ini, Kucing Anda bisa menderita banyak penyakit termasuk kebutaan permanen dan kardiomiopati yang mematikan.

Jangan biarkan siapa pun membujuk Anda menjadi kucing vegetarian.

Membiasakan ketika kita membeli makanan untuk kucing anda perlu teliti membaca dan memeriksa cetakan labelnya. Setiap label makanan hewan harus menampilkan pernyataan kecukupan nutrisi Asosiasi Pengawas Makanan Amerika (AAFCO) yang mencakup kata-kata “lengkap dan seimbang” untuk tahap kehidupan spesifik kucing anda ( kitten, dewasa, senior, menyusui,)

Ini berarti produk tersebut mengandung semua nutrisi yang Anda butuhkan dalam proporsi yang tepat untuk usia Kucing Anda.

Jika label mengatakan “hanya penggunaan intermiten atau tambahan,” makanan tidak lengkap dan seimbang.

Anjing dapat hidup vegetarian, tetapi kucing benar-benar membutuhkan daging dalam makanannya.

Bahkan kucing untuk setiap perkembangan hidupnya, akan berbeda kandungannya.

Makanan masa pertumbuhan mengandung terlalu banyak lemak dan protein untuk tubuh kucing berusia 12 tahun ( kucing senior).

Kenali Kucing anda. Berikan yang terbaik yang anda bisa tanpa mengorbankan kepentingan keluarga pokok lainnya, ingat perhatian dan kasih sayang yang anda berikan akan membuat kucing anda tetap sehat dan bahagia.

Ketika dalam masa karantina di rumah masing-masing seperti saat-saat ini,  betapa kucing bisa memberikan atmosfir yang berbeda, semakin kita terhibur, stress berkurang,  semakin meningkatkan imunitas kita.